Rabu, 18 Desember 2013

Bos Djarum Tak Diakui sebagai Orang Terkaya

Rudi Hartono (Foto: Forbes)  
Rudi Hartono (Foto: Forbes)
 
JAKARTA - Pamor pengusaha Indonesia di kancah internasional tampaknya mulai terkikis. Dua orang terkaya Indonesia, yakni Michael dan R Rudi Hartono tidak diakui sebagai yang terkaya.

Dalam data Bloomberg Billionaire Index tahun 2013 ini, dua nama orang terkaya tersebut tidak ada lagi. Padahal, pada tahun 2012 lalu, dua bos Grup Djarum tersebut masih terdaftar. Yakni, Rudi menempati peringkat 176 dan Michael menempati peringkat 177.

Pertama di Dunia, Wisuda Batik Mediakom Trisakti


Wisudawan Sekolah Tinggi Media Komunikasi (Mediakom) Trisakti. (Foto: Margaret Puspitarini/Okezone) Wisudawan Sekolah Tinggi Media Komunikasi (Mediakom) Trisakti. (Foto: Margaret Puspitarini/Okezone)
JAKARTA - Ada yang unik dalam wisuda Sekolah Tinggi Media Komunikasi (Mediakom) Trisakti kali ini. Perbedaan mencolok terlihat dari toga yang digunakan oleh 96 wisudawan yang berasal dari dua jurusan, yakni Teknologi Grafika dan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Keunikan tersebut berada pada motif batik yang menghiasi toga yang biasanya hanya berwarna hitam polos. Sentuhan batik juga tampak pada tali topi wisuda dan tabung tempat ijazah. Desain ini memang sengaja dipilih sesuai dengan tema wisuda 2013, yakni batik.

Konsep wisuda batik ini juga dinobatkan sebagai yang pertama di dunia. Bahkan, toga batik pertama di dunia itu telah diterima oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Ketua Sekolah Tinggi Mediakom Trisakti Bayu Prawira Hie mengatakan, meski tema umum yang dipilih adalah batik, tapi unsur budaya yang ditampilkan pada wisuda kali ini mencakup keseluruhan Indonesia.

"Konsepnya memang batik karena menjadi ciri nasional Indonesia. Tapi tidak hanya satu etnik saja, kami juga memilih lokasi yang bernuansa Bali, menampilkan tarian asal Papua, dan sebagainya," tutur Bayu di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Selasa (17/12/2013).

Ternyata, bukan kali ini saja Mediakom Trisakti memilih tema unik dalam wisuda mereka. Tahun lalu, mereka mengangkat tema Go Green dengan menggelar wisuda di Taman Matahari, Cisarua, Bogor. Sementara pada 2011, mereka menyulap bioskop berkapasitas 500 orang menjadi lokasi wisuda.

"Kami memang sengaja menghadirkan tema unik dan berbeda setiap tahun ketika wisuda. Sebab, bidang ilmu kami DKV yang menuntut kreativitas yang mudah diucapkaan sulit dilaksanakan. Kami harus beri contoh sehingga mereka terpaacu untuk berbuat sesuatu yang beda ketika terjun ke masyarakat," jelasnya.

Apresiasi pun datang dari para wisudawan. Firsna, misalnya. Wisudawan dengan prestasi terbaik jurusan DKV itu mengaku sangat bangga dengan konsep unik dan kreatif yang diusung pihak kampus dalam wisuda kali ini.

"Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kampus yang telah mendidik kami baik secara keilmuan maupun sikap. Kami sulit menggambarkan rasa bangga atas acara wisuda yang kreatif ini karena menambah keyakinan kami dapat unggul dalam kreativitas dibandingkan lulusan luar negeri sekalipun," urai Frisna. (ade)