Wisudawan Sekolah Tinggi Media Komunikasi (Mediakom) Trisakti. (Foto: Margaret Puspitarini/Okezone)
JAKARTA - Ada yang unik dalam wisuda Sekolah
Tinggi Media Komunikasi (Mediakom) Trisakti kali ini. Perbedaan mencolok
terlihat dari toga yang digunakan oleh 96 wisudawan yang berasal dari
dua jurusan, yakni Teknologi Grafika dan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Keunikan
tersebut berada pada motif batik yang menghiasi toga yang biasanya
hanya berwarna hitam polos. Sentuhan batik juga tampak pada tali topi
wisuda dan tabung tempat ijazah. Desain ini memang sengaja dipilih
sesuai dengan tema wisuda 2013, yakni batik.
Konsep wisuda batik
ini juga dinobatkan sebagai yang pertama di dunia. Bahkan, toga batik
pertama di dunia itu telah diterima oleh Museum Rekor Dunia Indonesia
(Muri). Ketua Sekolah Tinggi Mediakom Trisakti Bayu Prawira Hie
mengatakan, meski tema umum yang dipilih adalah batik, tapi unsur budaya
yang ditampilkan pada wisuda kali ini mencakup keseluruhan Indonesia.
"Konsepnya
memang batik karena menjadi ciri nasional Indonesia. Tapi tidak hanya
satu etnik saja, kami juga memilih lokasi yang bernuansa Bali,
menampilkan tarian asal Papua, dan sebagainya," tutur Bayu di Museum
Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Selasa
(17/12/2013).
Ternyata, bukan kali ini saja Mediakom Trisakti memilih tema unik dalam wisuda mereka. Tahun lalu, mereka mengangkat tema
Go Green dengan
menggelar wisuda di Taman Matahari, Cisarua, Bogor. Sementara pada
2011, mereka menyulap bioskop berkapasitas 500 orang menjadi lokasi
wisuda.
"Kami memang sengaja menghadirkan tema unik dan berbeda
setiap tahun ketika wisuda. Sebab, bidang ilmu kami DKV yang menuntut
kreativitas yang mudah diucapkaan sulit dilaksanakan. Kami harus beri
contoh sehingga mereka terpaacu untuk berbuat sesuatu yang beda ketika
terjun ke masyarakat," jelasnya.
Apresiasi pun datang dari para
wisudawan. Firsna, misalnya. Wisudawan dengan prestasi terbaik jurusan
DKV itu mengaku sangat bangga dengan konsep unik dan kreatif yang
diusung pihak kampus dalam wisuda kali ini.
"Kami mengucapkan
terima kasih yang tak terhingga kepada kampus yang telah mendidik kami
baik secara keilmuan maupun sikap. Kami sulit menggambarkan rasa bangga
atas acara wisuda yang kreatif ini karena menambah keyakinan kami dapat
unggul dalam kreativitas dibandingkan lulusan luar negeri sekalipun,"
urai Frisna.
(ade)